Sabtu, 24 Januari 2015

Sabtu Untunglah Bukan Rabu

akhirnya tidak berjumpa di hari Rabu!

life is keep turning and seems like everything is better for now. banyak banget yang terjadi selama ini. ya, emang tahun 2014 bisa dikategorikan sebagai tahun yang kurang beruntung buat gue secara pribadi. banyak banget masalah, problem, skandal, segala macem lah halangannya, dan gue jadi minim bersyukur, ditambah meningkatnya tingkat sinisme dalam diri, juga yang paling parah, tingkat pesimisme. itulah kesimpulan dari tahun 2014 yang gue lewatin. komentar gue ya gue ngerasa fucked-up banget di tahun 2014 kemaren. seolah-olah gue mau protes dan teriak-teriakin semua rasa kesel gue ke hidup, tapi gimana? sama siapa? untuk apa? ya, hidup gue hambar banget di tahun itu, dan bahkan, gue sampe ngerasa kalo gue bukanlah apapun untuk siapapun, dan gue enggak punya sedikitpun arti untuk siapapun. sedih? jelas! tapi itu semua udah lewat.

2015!

bukan bentuk resolusi atau apalah itu, atau cita-cita untuk membaik. sama sekali gue enggak memikirkan semua itu. berbeda dari tahun-tahun yang lain, mengawali tahun yang baru ini gue cuma ngunci diri di kamar, merayakannya bersama Tuhan. gue cuma berdoa panjang lebar, menceritakan apa yang pengen banget gue ungkapin selama setahun kemaren. perasaan gue, cita-cita gue, keinginan gue, ucap syukur gue yang telah banyak gue lewatin, semuanya! bahkan, dalam sekitar 1 jam doa tersebut, gue masih aja lemah, dan nangis. gue sedih karena ngerasa sendiri banget, dan ngerasa kayak gue ini bukan manusia, dan makhluk yang berbeda dari yang lain. karena gue terasingkan, tanpa ada ucapan, tanpa menerima pesan, dan tanpa ada seorangpun manusia selama 'malam tahun baru' yang katanya adalah salah satu momen kebersamaan. gue bener-bener sendirian di rumah, dan PUJI TUHAN GUE MASIH INGET KALO GUE MASIH PUNYA TUHAN YANG SELALU ADA UNTUK GUE. ya, gue masih punya temen, kayak sebuah lagu yang gue suka banget, "WHAT A FRIEND WE HAVE IN JESUS". ya, Yesus sahabat yang terindah. gue luapin semuanya ke dalam doa, semua rasa kesal, rasa sedih, rasa bahagia, rasa jengkel, rasa sakit, semuanya gue ungkapin di quality time gue sama Tuhan.

bukannya gue sok pamer atau gimana, tapi gue bahagia banget karena gue akhirnya mengawali tahun ini bersama Tuhan, disaat semua manusia lainnya larut dalam hedonismenya masing-masing. but, gue enggak menggeneralisir kok, itu cuma ungkapan aja, enggak semuanya bener. dan ya, setelah gue selalu larut dalam kesedihan berlebih, merasa dalam keadaan yang semakin sendiri, di tahun 2015, gue kembali dekat dengan Tuhan. sekarang, setiap hari gue selalu berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan, membawa setiap hal yang gue pikirkan dan akan lakukan ke dalam nama Yesus seorang. ya, "In Jesus' Name" adalah cara gue mengawali segala sesuatu sekarang.

satu hal lucu untuk mengawali tahun ini adalah, dengan memposisikan status diri gue sebagai "Hesitant Alien", atau alien yang terasingkan. seberapa lamakah gue akan berproses sehingga nantinya gue bisa menjadi "Only Human" lagi dan bahkan dalam status "The Human Which Fully Saved by God". ya, gue sedang berproses sebagai sebuah pribadi kosong yang hendak mengisi hidupnya dengan Tuhan sebagai perantara.

tahun ini gue bakal berumur 20 tahun, tahun yang bagi sebagian besar manusia adalah tahun untuk memilih untuk mati atau terus hidup. tahun di mana adalaha masa transisi bagi remaja menuju pemuda/pemudi. proses peralihan tanggung jawab juga, tentunya. apa udah ada yang berubah dari hidup gue di 2015 yang baru berusia 24 hari ini?

YA!

setiap hari gue bangun dengan sebuah doa sederhana dan senyum optimisme, menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan, dan juga mengakhirinya dengan doa ucapan syukur sederhana. sekarang, setiap hari gue selalu sempat membuka alkitab, untuk sekedar membaca sedikit demi sedikit, dan karena keinginan dan kerinduan dari dalam hati sendiri. dan gue aktif melayani, mungkin tidak selalu di gereja. tapi gue bahagia gue bisa ke panti asuhan, panti binaan, panti anak kanker, panti jompo, hanya sekedar untuk mempersembahkan satu hari gue untuk mereka. gue juga bahagia melayani bersama teman-teman yang tergabung dalam Persekutuan Mahasiswa Kristen di kampus. gue menyelesaikan semua tanggung jawab dengan baik, dan bahkan sekarang, the best part of all, I found love that once seems like to loosen up from my life. gue bisa semakin akrab sama nyokap, semakin baik ngerawat Rista, adek gue, semakin akrab pula sama bokap juga Andi, abang gue (masih pada inget kan?), terutama sama bokap, sekarang hubungan gue sama dia pun udah melibatkan hubungan emosional yang lebih mendalam. satu lagi yang melengkapi semuanya, ya, seseorang udah berada di sisi gue, udah mendampingi gue, dan sedang berproses menuju ke hal-hal yang lebih baik.

satu hal yang membuat gue sangat bersyukur adalah, semua hal yang udah gue sebutin di atas (atau yang mungkin lupa belum kesebut) bisa terjadi karena gue mendahulukan Tuhan sebelum semuanya. semua gue bawa dalam doa, dan hal yang paling membahagiakan, dari sebuah doa sederhana yang gue selalu sampaikan setiap hari, kini semakin hari semakin menjadi sebuah konstruksi doa yang lebih kompleks, dan gue menjadi lebih dan lebih bersyukur kepada Tuhan, atas semua karuniaNya yang selalu berkelimpahan buat gue, dan buat semua orang.

hidup selalu berjalan, yap, layaknya Sabtu yang datang setelah kita melewati Rabu dan hari lainnya. dalam proses melewatinya itu, kita belajar tentang banyak hal, dan ada beberapa hal yang enggak bisa dijelaskan, seperti misalnya rasa percaya. kepada siapa kita menggantungkan nafas kita dalam setiap aktivitas kita? itulah pelajaran yang gue ambil dari tulisan berantakan sama super singkat hari ini. kita belajar dan akan terus belajar, dan buat gue, gue bersyukur kepada Tuhan, dan gue akan selalu bersyukur kepadaNya. gue cuma mau bilang, hidup itu indah, apalagi kalo kita semua menyertakan Tuhan didalamnya. penawaran gue adalah, mau mulai mencoba perubahan?

dan solusi gue adalah, DO IT NOW AND DO IT LOUD!

akhir kata, good bye to the today's post! see you around, the people full of love!
oh iya, satu lagi, I am not anymore a Hesitant Alien, bye!


"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Matius 6:33-34

Rabu, 14 Januari 2015

Rabu Melulu Sampe Bosen, Setuju?

halo lagi di hari Rabu!

kenapa lagi-lagi hari Rabu? bosen banget judul depannya hari itu melulu. diskriminasi sama hari-hari lainnya banget! cerita awalnya kenapa hari ini lagi adalah, ulah salah satu temen terbaik gue, Rasyid Agam Fudhail (search yaa biar eksis ehehehe) yang tiba-tiba setelah rapat di kampus tadi bilang sesuatu ke gue. dia bilang, "tadi aku baca blogmu lho, dan ada namaku."

good news, namamu aku munculin lagi, kawan!

ya, semakin hari, semakin berubah. semakin hari, gue semakin kayak Hesitant Alien (kalo mau tau artinya, gunakanlah aplikasi yang menyediakan jasa terkait). kemana-mana sendiri, ditambah mata gue yang jarak pandangnya makin jelek, dan makin susah ngebedain orang, alhasil stigma "sombong enggak mau nyapa duluan" semakin lekat di diri Nanda. to be honest, gue pengen punya mata normal kayak punya kalian semua, guys. supaya gue bisa ngeliat kalian, dan nyapa kalian. I feel weird, between me and all of you, I felt hesitant.

duh malah curhat ....

forget it!

sekarang gue punya beberapa kesibukan. yaps, nyogok guru besar ISI biar bisa dapet gelar S2 di bidang musik tidak semudah yang dibayangkan. gue harus rela nyusun penelitian, sekaligus jadi asisten dosen. semua berat banget! ditambah kuliah di sosiologi semakin terakumulasi angka semesternya. semester 3 udah kelar, dan udah mau KRS semester 4. but the good news is ... penelitian gue udah tahap finalizing!! nambah gelar lagi? bukan, tapi tambah ilmu, tambah pengalaman. fuck with gelar-gelaran lah, itu cuma bentuk hegemoni akan kreativitas dan keingintauan kita doang!

satu hal penting lainnya, gue akhirnya mau nyanyi lagi, setelah jutaan tahun lamanya (lebay njir!)

butuh waktu yang lama banget buat akhirnya gue mau lagi ngeluarin suara gue. jujur, range vokal gue udah jauh lebih sempit dibandingin dulu. tapi semua tinggal butuh proses, gue harus latian lagi. ternyata musik emang susah banget buat hilang dari keseharian gue. satu hal yang pasti, semua gelar kemusikan gue enggak akan gue pake, kalo akhirnya cuma mediator buat meninggikan diri. gue punya tekad, gue adalah mahasiswa Sosiologi, dan disitulah gue bakal ngeraih sukses. musik adalah pelengkap gue. kenapa gue bego begitu?

bukan, gue sama sekali bukan orang yang bakal ada terus menerus di comfort zone, terutama urusan kualitas diri. bukannya enggak bersyukur atau enggak puas, cuma stigma yang ada dalem diri gue ini terlalu nyaman buat gue. I want to explore more! I want to fight! I still want to do things!

walaupun gue bersikeras memperjuangkan kesosiologian gue, perlahan gue tau kok kalo semua bentuk ideal itu cuma imajinasi. emang bener, semakin lo tua, semakin lo paham dan ngerti, kalo lebih baik cukup punya satu temen yang bener-bener tulus, dibandingkan ribuan temen yang akan ngebiarin lo kapanpun, saat apapun. bukan berarti gue sinis sama orang-orang di sekitar gue, tapi gue sadar, kalo gue bukanlah seorang temen yang "worth to be fighting for", dan karena semua orang bagi gue sangat "worth to be fighting for", inilah cara gue memperjuangkan mereka, dengan menghapus diri gue dari keseharian mereka. jujur, secara pribadi gue ngerasain beban yang berat banget, semakin lama semakin ngerasa sendiri. tapi itu adalah ego gue, dan dalam membangun hubungan persahabatan, gue sama sekali enggak mau ego gue yang gue perjuangkan. jadi, di saat gue bukan lagi sesuatu yang dilihat sama temen-temen gue, ya gue bakal sebisa mungkin mengerti.

lagi-lagi curhat!

the good thing is I HAVE GOD, ALWAYS BY MY SIDE. it's more than enough for me, and exactly, He always show me the way. buktinya? sesedih apapun gue, sehancur apapun hidup gue sampe saat ini, gue masih hidup. artinya God giving me chances, on and on and on, keep moving forward!

satu bukti lagi, Tuhan akhirnya menjawab doa gue, dan gue bersyukur karena gue selalu dikaruniai kesabaran atas segalanya, juga kesabaran akan jawaban dari kesendirian gue. secara ajaib, seseorang datang dan masuk didalam hidup gue, dan gue percaya, ini adalah jawaban dari Tuhan, ini adalah karunia dari Tuhan.

wanita itu adalah karunia Tuhan, jawaban Tuhan akan doaku, adalah hasil kesetiaanku kepada Tuhan, dan gue enggak akan menyia-nyiakan semuanya.

masih terlalu dini buat cerita apa yang sebenernya terjadi selama gue lagi-lagi puasa posting, terutama topik terakhir ini, ehehehe. yang jelas adalah, God is so good to me, to all of us!

satu harapan gue bagi siapapun yang membaca postingan ini, ayo kita semua sama-sama mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. ayo kita berjuang untuk mengisi hidup kita dengan setiap hal yang kita impikan, kita bawa semuanya dalam doa atas nama Tuhan, juga mempercayakan semuanya kedalam kehendak Sang Hyang Tunggal. and so, doakan gue ya semoga semuanya lancar dan menjadi lebih baik, dan kalian juga selalu masuk ke dalam doa gue kok.

well, finally, kesimpulannya adalah ......

WHEREVER YOU GO, THERE YOU ARE! TIME WON'T STOP, SO JUST KEEP MOVING FORWARD.

Rabu, 29 Oktober 2014

Rabunya Nyeritain Gitar

well, it's been great for a while! (or a week, exactly)

lagi masa-masa ujian tengah semester di kampus tercinta yang terletak di Yogyakarta. tapi bukan itu inti posting hari ini. ujian mah biasa aja. paling isinya kalo enggak ngeluh karena ngerasa bego banget pas ngerjain soal. kalo enggak ya memanjatkan jutaan puji syukur penuh makna kekosongan karena bisa ngerjain soal dengan kece.

hari ini, akhirnya, gitar gue mendapatkan tempatnya di blog ini. gitar yang mana ya?

GITAR!

ya, cukup gitar. karena jujur, gue punya beberapa gitar yang pernah nemenin gue, dari gue mulai jatuh cintrong sama gitar, sampe masih setia sama alat musik yang satu ini. kecintrongan gue bukan pertanda kalo gue gitaris yang handal. gue masih jauh dari kata 'handal' sebagai seorang pemain gitar. teknik yang gue punya masih cetek banget dibandingin jutaan ribu pemain gitar lainnya, dan iya, teknik bermain gitar gue masih cupu banget. tapi gue bolehlah bersyukur, karena gue punya jiwa, gue pinter membaca suasana sebuah harmoni lagu, dan gue cukup mumpuni buat ikut nimbrung di segala macam genre. ya, teknik gue emang cetek, tapi bokap gue pun mengakui, kalo gue punya spesialisasi dalam mencintai sebuah lagu, mengerti dan memahami lagu. dan bokap gue pun pernah bilang kalo teknik hanya 10% membantu kita dalam bermusik atau memainkan sebuah alat musik, tapi jiwa mendominasi 90% sisanya.

gitar itu hampir segalanya buat gue. dan gue ngerasa gue bisa mencapai sesuatu yang lebih tinggi lagi kalo ada gitar-gitar gue ini. ya, gue ini sebenernya 'both-handed guitarist'. Sang Hyang Tunggal udah baik banget kasih gue karunia buat bisa main alat musik apapun, dengan jiwa gue. dan untuk gitar, baik right-handed ataupun left-handed, gue bisa. gitar gue udah ngebantu gue buat nyiptain banyak banget lagu, dan juga udah ikut ngegemukin tabungan pribadi gue dari hasil jual lagu itu. (apa pulalah!?)

guitar means a lot for me lah pokoknya!

bicara soal gitar, pasti muncul banyak pertanyaan kayak "gitar apa aja sih yang lo pake, nda?", "kalo senar, lo recommend apa?", dll.

oke, berhubung gue tipenya orang yang eksentrik dan kadang diluar kebiasaan manusia pada umumnya, pilihan gue dalam gitar pun terkesan unik. buat gitar left-handed gue, ada beberapa penyokong kebutuhan gue. untuk gitar klasik, pilihan gue jatoh ke IYOMA jadul banget (lupa serinya). untuk gitar akustik elektrik, pilihan gue jatoh ke Epiphone (juga lupa serinya). dan untuk gitar listrik, cukup terhibur sama Fernandes model Stratocaster gitu (juga lupa serinya lagi). kenapa gue lupa serinya? karena semua gitar itu terpisah dari tempat tinggal gue sekarang, jadi kagak bisa gue cek deh serinya ahahaha. yap, mereka di Jakarta dan gue di "kota pendidikan".

untuk gitar normal right-handed, gue enggak ada gitar klasik. langsung gitar akustik elektrik yang kepercayaannya jatoh ke gitar bermerk Cort dengan model CJ1F MS yang udah full-custom (yang selalu gue bawa kemana-mana). sementara untuk gitar elektrik agak ruwet. gue agak menerapkan perselingkuhan disini ahahaha. mulai dari Epiphone bermodel Les Paul, terus Fender Gio, dan yang khusus buat manggung kece, ya Gibson Les Paul Junior. beuh, mantap banget deh senjatanya!

sebagai tambahan, untuk strings, gue cocok banget sama D'Addario segala series, sesuai kebutuhan gue. gitar klasik, akustik elektrik, ataupun gitar listrik gue, semua gue pakein D'Addario. mungkin ini berpengaruh juga sama gaya main gue yang kadang bright rhythm ataupun bold melody yang ternyata bisa gue dapetin cuma dari satu set senar yang sama, iya, D'Addario. apalagi semenjak gue pake senar ini, gue enggak pernah slip atau kepleset pas main gitar, karena gaya main gue yang petakilan dan di atas normal.

saatnya move on dari persenjataan gue ...

kalo buat keseharian, gue appreciate banget sama orang-orang atau temen-temen yang merelakan pendengarannya untuk musik-musik yang gue mainin bareng sama gitar gue. ya karena gue selalu terlalu jauh dari arus normal musik (terutama Indonesia), yang terkadang ngebuat orang jadi males dengerin karena 'enggak tau lagunya' atau 'bukan jenis musik gue'.

satu hal tentang musik.

MUSIK BUKANLAH SUARA UNIVERSAL dimana semua orang memiliki pengertian yang sama terhadap nilai dan estetikanya. setiap kelompok, atau bahkan setiap individu memiliki konsep dan definisinya tersendiri terhadap sebuah nilai dan estetika dari musik. disinilah letak keberagaman musik, bahwa akan jauh lebih baik jika kita mau selalu mendengarkan. bahkan justru membuat kita lebih cerdas lagi tentang luasnya dunia musik. contoh simpel, gue sebagai seorang yang punya aliran di Rock ... apakah selalu gue ngebawain lagu-lagu rock kesukaan gue? pun gue juga sering bawain lagu bergenre entah itu Reggae, Pop, Melayu, Modern Beat, atau lainnya deh. itu sederhana, semua karena gue mau mendengarkan, supaya gue bisa lebih mengerti.

cakep kan bahasannya?

ya itulah satu nilai penting. di dalam hidup ini, dari alat musik sesederhana gitar, gue udah bisa mempelajari sangat banyak hal untuk hidup, untuk tidak sekedar ada, namun diakui dan mengakui sebuah eksistensi. dan bahkan jauh lebih banyak lagi dari itu. dari hal sederhana mampu mengajari kita menjadi sesuatu yang berbobot lebih. itu inti dari bahasan kali ini. tumben banget yak gue ada kesimpulan kece gini?

ahahaha enjoy it!

Rabu, 22 Oktober 2014

Rabu Dimana Masih Mampu

well hello!

udah cukup lama dari postingan terakhir. gue rasa, semakin lama, hidup gue justru lagi dalam posisi "hambar". ya, apapun namanya, entah kenapa hidup yang penuh warna itu mulai memudar. ciaelah, melankolis abis!

terakhir gue posting soal apaan ya? yang jelas udah lama banget gue enggak ngeliat penampakan Andi, ya karena gue enggak pernah ke Jakarta, dan diapun enggak pernah ke Yogyakarta. dulu kayanya dia orang paling ngeselin di masa SMA gue, eh ternyata setelah sekarang ini, makhluk-makhlukkayak gitu ternyata dibutuhin juga ya buat latian kontraksi otot-otot emosi di kepala. kadang Andi nge-BBM gue, ngirimin gambar member JKT48 entah siapalah itu namanya. padahal udah gue bilang, gue bukan tertarik ke orang-orangnya, tapi ke komposisi musiknya. oh iya, gue udah cerita belom ya kalo gue sekarang udah Bachelor of Arts? sekaligus gue bahkan udah bolak-balik rute Yogyakarta-Jakarta-Berlin tempo beberapa minggu yang lalu. buat apa? gue dapet gratisan bro!

jadi, ceritanya selama ini gue enggak nge-posting disini karena gue lagi ngelakuin riset, pokoknya risetnya berhubungan dengan Etnomusikologi lah. karena 6 atau 7 bulan yang lalu gue dapet undangan buat ikut ambil bagian di International Discussions Forums for Music Education and Ethnomusicology yang berlokasi di Berlin. lo tau gue dapet fasilitas apa aja dari undangan itu, sampe gue sama sekali ogah buat nolak?

paket lengkap!

tiket pesawat pulang-pergi, asisten pribadi yang bakal ngebantuin gue selama di sana, uang saku selama di Berlin, mobil sewaan, juga 4 set baju buat dipake selama perhelatan event itu. siapa juga yang bisa nolak gituan? alhasil, gue berhasil curi-curi kesempatan buat naik kereta ke Paris. ya walaupun gue sendirian kesananya dan status hubungan gue juga masih single, setidaknya gue lebih kece lah dibandingkan sepasang kekasih yang hanya saling umbar janji buat ke Paris "kapan-kapan".

anjir, sombong banget gue! maafin makhluk hina ini, okay? oke. selain itu, gue punya pengalaman yang justru bikin hidup gue berubah jadi melankolis setelahnya. gue dapet kontak seseorang yang dulu pernah cuma satu kali gue ketemu, itupun cuma beberapa menit, di tahun 2007. ya, orang yang katanya adalah bokap gue yang sebenernya. itulah alasan kenapa gue nekad buat ngelancong ke Paris sendirian. itulah alasan kenapa gue enggak ngambil satu fotopun di Paris (eh sekali deh, ngefoto menara Eiffel dari bawahnya). waktu 4 jam gue gunain buat nyari tau, siapa gue sebenernya, dan dari mana sebenernya gue berasal. rada drama sih, cuma ini beneran! karena ternyata semua lebih membingungkan lagi dibandingkan sebelumnya.

well, forget it!

selama gue di Berlin, gue seharusnya bangga maksimal. ya walaupun nama yang terpampang bukan nama Ananda Kumba Bhakti, dan negara yang tercantum di depan gue juga bukan Indonesia, tapi gue menjadi delegasi Asia dalam menyampaikan keynote address di depan semua pelaku etnomusikologi dari seluruh belahan dunia. ya, dan gue berhasil mengangkat nama Indonesia dengan sangat sukses didalamnya!

bicara soal hal itu, sebenernya gue orang yang cukup sensitif akan beberapa hal, terutama masalah origin atau asal-usul. gue cuma mau negasin, apapun darah yang mengalir di dalam diri gue, gue sepenuhnya mengakui kalo gue adalah orang Indonesia. gue bukan orang jawa, atau orang batak, atau manado, atau ambon, gue itu satu, gue Indonesia! banyak pengorbanan yang udah gue lakuin supaya gue bisa diterima sebagai sosok Indonesia. bukan cuma fisik, tapi banyak hal lainnya.

secara fisik, gue udah berusaha gelapin warna kulit gue yang aslinya bening jepang, supaya gue bisa sama kayak temen-temen gue. gue juga udah rutin ngewarnain rambut merah gue, supaya paling enggak keliatan jadi cokelat kehitam-hitaman. gue udah berusaha keras buat ngehapus aksen japanese gue, dan bahkan mulai melupakan bahasa asli gue, bahasa jepang. gue berusaha menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, bahkan gu mempelajari semua logatnya supaya gue bisa beradaptasi dengan baik. gue pake kacamata, supaya mata gue keliatan lebih besar.

satu yang jadi pertanyaan, kenapa masih banyak yang meragukan gue soal keIndonesiaan gue? atau mencoba menonjolkan sisi-sisi keturunan gue. kalo boleh jujur, gue mau bilang kalo gue asli orang Indonesia, hati gue cuma Indonesia. gue berkulit sawo matang dan rambut gue hitam. sesederhana itu.

eh kan malah ngelantur ....

ngomong-ngomong masalah cinta ....

entah kenapa gue merasa semakin nyaman kalo sendiri. bukannya gue enggak mau pacaran atau punya dan membangun sebuah hubungan khusus lagi. gue punya tekad, kalo gue cuma mau pacaran satu kali lagi. ya walaupun itu cuma kemauan aja sih. tapi gue mikir, kalo gue pacaran dan cuma lagi-lagi 'saling menyakiti', terus buat apa harus berkomitmen? gue cuma mau seseorang yang nanti akhirnya jadi pasangan gue ngerti, kalo seumur hidup gue, gue udah tinggal dan hidup bersama perempuan. gue sama sekali enggak mau menyakiti perempuan, dan satu hal yang bisa gue janjiin bahwa gue enggak akan pernah meninggalkan orang-orang yang gue sayang, and there's a lot words untold. termasuk sosok dia suatu saat nanti. I promise her "forever" at the time, and that's not only words.

waduh, nulis apa lagi ya?

intinya, gue masih terbuka untuk cinta, dan udah bukan lagi waktu untuk bermain dengan kata cinta. gue bukan orang yang bisa umbar janji, tapi gue bisa berkomitmen. secara fisik, gue bukan sosok yang sama sekali ideal, tapi inner core gue, walaupun mungkin belum baik sepenuhnya, tapi gue masih bisa terus dan terus belajar mengenai hal itu. terus berbenah dan berubah ke arah yang lebih baik. tuh kan malah jadi kepengen punya pacar ....

yasudahlah, ternyata saya masih mampu ngeposting disini, bukankah itu keren?

oh iya, check my better blog at http://steflaart.blogspot.com/ dan http://steflaart2.blogspot.com/

GOOD BYE TODAY

Sabtu, 11 Januari 2014

Sabtupun Sehat dan Menyenangkan

okay, ini sabtu kedua gue di blog ini, dan sabtu kali ini gue juga masih agak bingung harus nulis apa. tapi kayak biasanya, tentu aja gue bakal nulis tentang kronologis kejadian selama seharian penuh ini. tapi sebelum gue mulai, karena terlalu banyak hari-hari yang hilang, bahkan sampe pindah tahun baru mulai ngetik lagi, sekarang gue mau pay-off dulu deh soal apa-apa aja yang butuh diketahui sama kalian.

pertama, dari peningkatan kualitas hidup gue di jogja sendiri. sekarang gue udah bukan ngekost lagi, tapi udah pindah ke kontrakan super gede barengan sama dua orang temen sekelas gue. oke, emang belom sepenuhnya meningkat sih, karena selalu aja krisis monyet menyerang dompet gue secara terus-menerus. kemaren sampe harus diamputasi tuh isi dompet gue, bayangin gila kan? iya, gue gila.

satu hal kecil lainnya yang penting, kudu, dan harus diketahui, sekarang nama gue udah bukan "nan" atau "nda" lagi, tapi dengan ajaib banget berubah jadi "kum". gue sih berharap panggilan gue berubah semoga entar gue lulusnya cumlaude (bacanya: KUM-laut). emang agak maksa sih, yang penting agak nyambunglah, walaupun agak .... ah, sudahlah. kenapa gue bisa dipanggil "kum"? jelas, ini tingkahnya si Bangkit, waktu masa pra-ospek, waktu pemandu ospek gue ngenalin anggota-anggota ospek gue, yang salah duanya itu si Bangkit sama Jaong. sebenernya gue sih ngenalin diri tetep sebagai Nanda, tapi berhubung sekelompok gue ada yang namanya Nindy, dan menurut persepsi si Bangkit, nama gue sama Nindy susah dibedain, diapun ngeliat nama lengkap gue dan nyeletuk, "Kum!" kenapa harus dari dia coba yang mencetuskan nama panggilan itu? kenapa bukan tokoh yang agak kece kaya Alessandro Del Piero atau presiden kita yang pertama, Soekarno! pasti gue jamin itu langsung gue iyain dan gue terima apa adanya, walaupun sumpah, pasti agak creepy. bayangin aja lo dipanggil sama orang yang udah almarhum, beh!!

ketiga, gaya bahasa gue dalam mengetik, gue ngerasa agak sedikit berubah, jadi agak berbobot dan bermutu, walaupun unsur konyolnya jadi berkurang. lagian gue udah disuguhin materi-materi sama dosen-dosen gue yang agak weird juga sih pembawaannya. jadi ceritanya otak gue udah enggak sekopong dulu, waktu masih masa-masa liburan sebelum kuliah. keren banget ya gue?

oke, lanjut aja deh secara singkat tentang apa-apa aja yang terjadi di hari ini.

pertama, dari momen kemaren malem, sebelum gue nutup hari, gue promosiin blog gue yang super aneh ini ke salah satu temen yang gue rasa, terbaik buat sekarang (semoga sih berkelanjutan nyampe kakek-nenek deh), yang nama lengkapnya Lulu Latfia Yasmarsel, atau sebut saja Mawar ... eh, maksudnya cukup dipanggil Lulu, bukan Mawar. gini nih isi chatnya kalo dipotong (kalo semua isi chatnya, that's private!):

"kamu baca blogku mau ?
buat hiburan dikit"

"mau :)"

"diary-steflaart.blogspot.com"

"Rajin nulis yak kamu..
Okelah aku baca :)"

"ahahahaaa itu usil kok,
selamat ketawa (semoga)"

"Ketawa coba aku :)
Asli ngakak.. ahahahaa.."

tuh kan! blog ini itu masih agak-agak bagus, nyatanya masih bisa bikin pahala, tepatnya bikin orang ngakak. ya walaupun kalo orang kebanyakan ngakak jadi agak serem diliat, tapi gue yakin Lulu takaran ketawanya pas kok. siapa sih Lulu-Lulu ini?

oke, gue juga bakal ceritain sedikit tentang dia. Lulu ini juga mahasiswi Sosiologi UGM angkatan 2013 kok, temen sekelas gue. awalnya banget, gue cuma tau kalo dia ini jarang masuk pas awal kuliah. itulah yang bikin gue jadi agak kepo sama temen baik gue yang satu ini, dan akhirnya nyariin dia, maksudnya cari tau soal dia. kayanya belom pernah kenalan secara resmi sih sama dia, tapi gue juga agak lupa pertama kali gue texting-an sama dia itu dalam rangka apa. maklum, di smartphone gue ini tersimpan kontak temen-temen Sosiologi satu angkatan full, enggak setengah-setengah. nah, setelah beberapa waktu saling bales berbales chat, semakin deket sama mengenal satu sama lain deh. dan setelah bisa dibilang lebih kenal secara personal, ternyata gue sama dia ini punya banyak banget persamaan nasib terutama. inilah kenapa terus gue sama dia bisa jadi temen deket yang kompak terus, karena bisa saling ngerti. asik dehhh .... bahasanya kagak nahan, boy!

terus satu hal lain, jarak gue sama Klarita yang jauh melonggar ngebuat gue ngerasa kalo emang belom ada pengertian yang lebih mendalam, ada beberapa hal yang mungkin dia belom paham, dan Lulu, selalu paham pasti tentang apa yang terjadi. namanya juga senasib, pasti ngerti dong!

itu singkatnya tentang Lulu, cukup. pagi ini gue awalin dengan bersih-bersih kamar sama rumah ditemenin sama lagu-lagu yang dinyanyiin sama Hyde, jadi ya ada lagu dari album solonya, sama lagu-lagu dari L'Arc~en~Ciel sama VAMPS. selain nyapu dan beres-beres, gue juga nyuci baju, of course, dan terakhir nyikat kamar mandi. pokoknya pagi ini gue "pembantu-able" banget lah! ada kali satu jam gue beres-beres, terus si Pami sama Egik bangun juga, dan masing-masing terus beresin kamar mereka sendiri-sendiri. baju yang gue cuci sih cuma dikit banget, yang banyak gue tarok di laundry setempat aja. dan gue juga puas banget sama kamar mandi yang tadinya kuning lantainya, sekarang kembali krem warnanya.

habis itu gue mandi, dan setelah mandi, si Ajis dateng, terus enggak lama kemudian mereka ngajakin makan ke parah. oke, disini itu tempat makan utama para mahasiswa kere ya parah, atau sebut aja sebagai Padang Murah. emang parah gila itu tempat makan! porsi parah! harga parah! namanya pun parah! paraaaahh!

yang bikin beda, karena lokasi parah yang agak jauh, biasanya pada naik motor, ya begitu juga Egik sama Ajis yang boncengan. si Pami cuma minta dibungkusin doang. ahirnya karena gue sendirian, ya gue nyepeda aja ke parah. lumayan bro, ngegusur lemak membandel di perut, yang susah banget ilang walaupun udah pake sunlight.

selesai acara pemakanan selesai, kita bertiga cus balik ke kontrakan dan gue ngelanjutin acara dengan tidur, karena jam 4 sore gue berencana buat jogging di kampus, barengan sama temen-temen Sosiologi yang katanya mau pada naik gunung Merbabu.

gue bangun pas banget jam 15:36 WIB. hebat kan gue bisa tau? smartphone gue emang keren abis! gue bangun dengan perasaan agak bingung sih. tiba-tiba gue kepikiran Levina, yang udah lama banget enggak ada kabarnya. akhirnya gue memutuskan buat ngirim direct message ke dia via Twitter. gini nih isinya, maap-maap aja yak kalo pake bahasa inggris, maklum, bule wannabe cuy!:

"hey, dearest friends. I wish you still got time to remember me. I'm fine lately, but just think about you. are you feeling fine there? well, good luck for everything you do, and anyway, let me tell you, if you've got time, text me sometimes, it'll be nice. :)
don't even forget about me, okay ? you always know that I always needed you, most of the time. bye! :)"

dan ternyata, jam 16.47 WIB, ada reply dari dia, singkat, kaya biasanya:

"nandaaaaaaaaaa what happen with u???? why u said like that???????!!!"

dan kalo gue boleh jujur, gue cuma bakal jawab singkat kok, "nothing, I just missed our old times, I just missed our talks, I just missed that." karena jujur, gue orang yang agak tersiksa dengan adanya kenyataan kalo time goes on and everything will changing. itu agak menyiksa bagi orang kayak gue.

selain itu juga, gue juga beberapa saat ngechat sama si Jeje, dan ternyata dia udah nepatin janjinya ke gue, dengan jadi orang yang lebih ramah ke gue. ini nih obrolannya, diawalin dari dia malah:

"Ngapain -_-"

"jogging ehehehee
yuk ikut yuk"

"Belajaaar besok post test"

"besok ?
minggu ?
post test itu apa ?"

"Iyaa minggu
Masa ga tau sih"

"aku sumpahenggak tau lhoo"

"Tes setelah praktikum + laporan beres"

"ohhh kok hari minggu ?"

"Ya orang sempetnya minggu"

"ohh post test berarti dari makul tertentu ya ?
makul apaan ?"

"Ya makul yg ada praktikumnya"

"ya besok apa ?
aku habis jogging di gsp euy"

"Yaelah ._.
Bio"

"biologi prakteknya belah-belah mayat gitu kan ?
mauuu :p"

"Enggak lah kan pertanian -_-'"

"belah-belah padi berarti :D"

"Belah duren -_-'-_-'-_-'"

"aku enggak suka duren euy"

"Kasian"

"sukanya mendem duren yang cuoklaaat :)"

"-_-'-_-'-_-'-_-'-_-'"

"itu kan beda ahahahaaa"

"-_-'"

"kamu beneran post test soal duren besok ?"

"YA KALI"

"oh, kukirain"

"-_-'-_-'-_-'"

"pasti sukses post test nyaa,
selamat belajar di malam minggi :)"

"Malam minggi :D
Oke thanks"

"minggu maksudnyaaaa
yaudah, kamu lagi belajar?"

"Hahahaha
Lagi tiduran"

"tiduran sambil belajar ?
atau sekedar tiduran sambil nafas ?"

"Sambil nafas"

"udah siap besok kan ?"

"Siap 1%"

"setidaknya enggak 0.5% lahh ahahahaaa
mempersiapkan diri gih"

"-_-'
Persiapan pertama kan tidur"

"besok tes jam berapa emangnya ?"

"10"

"jadi ...
sekarang kamu mau tidur, bangun pagi, terus belajar?"

"Enggaklah, tidur bentar, bangun terus belajar sampe pagi"

"terus ?
tidur lagi ?"

"Iyaaa"

"enggak sehat kan itu ?"

"Enggak"

udah, gitu doang chatnya, habis itu enggak gue bales, ehehehe. tadi ngobrol-ngobrol sama anak sekontrakan terus ninggal hp dikamar sih, males ambil. itu chat gue dari pas lagi jogging sampe beberapa jam lalu lho.

dan ya itu, sisa hari ini gue cuma jogging. singkat banget ya? enggak juga sih, karena ada satu hal lain, mereka berhasil ngajak gue naik gunung Merbabu besok senen. emang ajaib mereka itu.

oke deh, gue belom kebiasa nulis panjang lagi, terutama punggung gue juga udah enggak kuat. gue udah makin sepuh ini kayanya. jadi, selamat tinggal dan sampe ketemu kapan-kapan!!

itupun kalo ketemu euy :)

Jumat, 10 Januari 2014

Jumat Reinkarnasi

dengan penuh ucapan syukur, akhirnya gue ngelanjutin blog gue yang beneran udah banyak jaring laba-labanya. jujur banget, terlalu banyak cerita indah (atau tepatnya konyol) yang enggak bisa gue sebut satu per satu. gue aja nyampe mikir, ini tuh cerita-cerita atau ucapan terimakasih kok sampe enggak bisa diceritain satu per satu. dan sebagai kompensasinya, gue memutuskan buat nyeritain beberapa momen krusial di saat-saat gue menghilang dari peredaran harian blog gue. setelah pertimbangan dan negosiasi yang gue lakuin di depan kaca, gue juga mutusin buat ngurangin frekuensi update gue, dari harian jadi harian berkala (?). maksudnya itu, paling tiga kali seminggu atau berapa kali seminggu lahh, maksimalnya sih lima. maklum, udah jadi anak kuliahan (pamer keras)

oke, gue bingung harus mulai dari yang mana. kayanya paling bener kalo kumpulan ceritanya dimulai dari tanggal 18 agustus, hari keberangkatan gue ninggalin ibukota indonesia ke kota sejuta kenangan. yeah, from Jakarta, I'm transferred to JOGJAKARTAAAAA !!!

sebenernya sih bagi kebanyakan orang momen ini tuh biasa aja, tapi tetep aja luar biasa buat gue karena ulah dari bokap gue yang terbotak juga tersayang ini. ceritanya nih, gue berangkat dari Jakarta berdua bareng bokap, naik kereta bisnis, tepatnya Senja Utama Yogya. sumpah, kereta itu sepi banget setiap gerbongnya. satu gerbong paling banyak 12 oranglaah. kenapa gue bisa tau ? saking nganggurnya waktu di kereta, gue dengan pedenya aja survei itu jumlah penumpang setiap gerbongnya.

tapi itu bukan freak point dari momen kali ini. freak point-nya itu pas gue sadar kalo tiket gue sama bokap itu beda. dan bedanya itu ekstrim banget. bokap gue di gerbong ketiga, sementara gue di gerbong yang paling belakang. gue makin bingung, sebenernya apa sih yang salah sama bokap gue? kayanya susah banget buat bertindak normal-normal aja gitu. kereta ini itu banyak yang kosong setiap gerbongnya, dan kenapa bokap gue enggak beli tiket yang jejeran gitu, ya minimal satu gerbonglah kalo dia ogah duduk berdua sama gue. tapi ini? udah beda tempat duduknya, beda gerbong pula. apa dia mau modusin masinis diem-diem kali ya?

langsung aja ke kejadian krusial kedua. tiga bulan pertama gue di jogja itu superbly great tapi juga bener-bener menyedihkan. gue cukup bangga juga bisa masuk ke salah satu universitas negeri disini, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. gue juga merasa bangga banget bisa masuk jurusan yang menurut gue, sama sekali tepat buat gue, Sosiologi. oke, gue sadar waktu jaman SMA, nilai sosiologi gue selalu mepet dan nyaris nyentuh maut, tapi kenyataannya, gue milih sosiologi dan gue buktiin gue bisa masuk di universitas yang bukan main-main pula. oke lanjut, di jogja gue mengawali karier perkuliahan gue disebuah kotak yang isinya kasur dan lemari yang beralamatkan di Timuran, Jalan Parangtritis selama 3 bulan pertama. lokasinya ya menurut gue pas lah sama kampus, enggak jauh tapi juga enggak deket.

di tiga bulan pertama, gue bisa kenalan sama beberapa makhluk yang juga eksotis dan langka ditemukan di belahan bumi yang manapun ada belahannya, yang menyebut diri kita sebagai KB. gue bakal jelasin satu-satu makhluk yang gue pikir perlu diketahui khalayak luas dan lebar di dunia permayaan ini deh, jadi itu ada:

Ramadhan atau makhluk yang lebih biasa disebut dadan ini makhluk dengan tingkat kegokilan dewa. kenapa? oke, pertama, waktu gue dan rombongan temen gue ke pantai bareng-bareng, ada aja waktu buat gue sama dia nikmatin rumput laut, langsung dari laut, yang masih berlendir buat dicobain. terus juga misalkan disaat kita berdua bersikeras nemu ikan hiu di pantai buat dibawa pulang, yang biasanya cuma berakhir dengan bawa puluhan kepiting. diluar masalah perpantaian, tepatnya masalah tantangan. apapun tantangan yang dateng ke dia, tanpa mikir sama sekali, pasti di iyain. entah disuruh lari-lari muterin lapangan bola sambil teriak-teriak kaya gorilla, atau ngapain aja pasti bakal diturutin. dan the last, kekuatan makannya. porsinya selalu buat gue tercengang entah gimana caranya, banyak banget. beberapa kali gue coba ngikutin porsinya, yang ada kekenyangan deh, pecah usus gue. tapi emang dia udah konfirmasi kalo organ yang dia punya cuma jantung, paru-paru, lambung sama usus. buat ngelancarin kegiatan makan-memakan yang dia cintain.

Klarita Pertiwi atau biasanya sih ita yang jadi emak diantara makhluk-makhluk ajaib di KB. ita ini menurut pengakuannya sendiri, jauh lebih nyaman temenan sama cowok dibandingin cewek, yang merupakan status kelaminnya di KTP. makanya selalu keliatan nempel sama makhluk-makhluk laknat ini. ya walaupun akhir-akhir ini udah mulai lebih cewek dan lebih nempel ke pacarnya, jadi ya semua orang juga bisa lebih yakin kalo dia sekarang lebih wanita, dan asli. serius, asli wanita kok.

Puba Bayu Pratama Rizki or egi, makhluk asli Banten yang sosoknya agak polos. dia ini makhluk yang intensitasnya paling tinggi bareng gue, tepatnya, sering banget berduaan sama gue, entah itu ke kampus atau makan. tapi, jujur, orang yang satu ini tingkahnya selalu aja polos. dan itu ngebuat gue mikir, kok bisa ya dia sepolos itu?

Bangkit Adikarya atau bangkit, yang adalah orang asik pertama yang gue temuin di kampus baru gue. dia ini temen dari jaman ospek dan sampe sekarang masih sama sekali klop sama gue. seotak, sepikiran, tapi untuk beda jalan pulangnya. orang yang satu ini selalu aja bisa masuk ke suatu topik dan jadi pembeda didalam pembicaraan itu. dia keren, fix!

Rasyid Agam Fudhail atau ocid ini temen gue yang agak unik. oke, dia ini keren banget kalo bikin sketsa, dan dia keren juga waktu bikin riceball yang dijual dikelas. sumpah, itu enak banget dan kenapa hal itu harus berhenti coba? dia juga jago baget nari dan lagi belajar beatbox. banyak banget deh kerjaannya, cuma orang ini terkadang selalu ngerasa punya saingan aja, dan kadang agak kekanak-kanakkan, walaupun emang mukanya gue akuin, bakal sukses kalo ikutan partai penculikan anak-anak indonesia.

Reza Putradarma atau yang maksa banget dipanggil pake sebutan jaong ini makhluk paling bikin bingung. sumpah, orang ini ngeselin abis, sering dilupain keberadaannya sama yang lain, tapi belom ada orang yang beneran marah sama dia. yang pengen garuk-garuk isi otaknya sih banyak, tapi itu, beberapa teman butuh sesuatu buat jadi bahan pesakitan. dan satu yang jadi ciri khas makhluk ini, "gombal-able" banget kesehariannya! setiap hari, semua cewek yang ada dijejernya pasti kena gombalan, hebat bener!

Muhammad Fahmi Nurhifdzi atau sebut aja pami, si makhluk pesakitan di KB. entah kenapa orang yang satu ini selalu jadi sasaran bully, jadi orang yang dimintain tolong buat beli sesuatu, sekaligus orang yang punya kesialan tertinggi. udah, gitu aja, gue enggak mau jelasin lebih jauh soal dia, takut ketularan sial.

Rashidi Nur Nuari atau enakan dipanggil bopski ini makhluk yang kelewatan konyol deh. selalu aja ada bahan banyolan di otaknya. singkat kan deskripsinya?

sisanya masih ada sih beberapa makhluk, cuma agak capek ngetik sepanjang ini buat bayar utang nge-post. sejauh ini, ya emang cuma ini yang bisa gue ketik buat nandain kalo gue masih hidup dan masih adalah sisa-sisa kehidupan di tangan gue, cukuplah buat ngetik.

gue yakin, gue bakal nemuin hal-hal konyol lainnya di kehidupan dan petualangan baru gue ini. see ya!

Jumat, 16 Agustus 2013

Jumat Berakhir Ricuh

apalagi yang lebih indah dari bangun dengan suasana damai di pagi hari? iya, bener. gue bersyukur banget sama Tuhan kalo gue masih diberi waktu buat berulah lagi dalam hidup gue maupun kehidupan orang lain, baik sengaja maupun sangat disengaja. pagi ini, tepatnya jam 8 lewat 13 menit, gue nyalain HP dan ngeliat jam, makanya ngepas. bangun tanpa adanya satupun SMS atau push notifications ternyata enak juga ya?

gue lepasin semua ritual tidur lagi itu, terus gue langsung mandi. entah kenapa, tanpa dosa pagi-pagi gini gue udah nyanyiin semua lagu yang gue hafal liriknya pas lagi mandi gini. tumben banget gue agak berenergi gini.


habis mandi, tanpa basa-basi yang bisa aja nyiptain bau basi yang gue benci, gue langsung ambil gitar dan mengawali hari dengan lagu instrumental berjudul Kitto Mata Itsuka dan Bridge Over Troubled Water yang sengaja gue medley khusus cuma buat pagi ini doang. itu tandanya ini hari yang lumayan baik, walaupun gue tau motor gue tadi pagi udah dipaket buat berangkat duluan ke Jogja.


setelah sekitar 7 lagu instrumental gue bawain buat sekedar olahraga jari, gue ngerasa jari gue udah cukup lincah buat mulai mainin permainan Plants VS Zombies yang baru aja gue re-install subuh-subuh tadi. iya, gue siap.


pertempuran gue mulai dari awal yang seawal-awalnya, masukin profile name buat game ini. setelah gue ketik A-N-A-N-D-A dan gue klik OK, akhirnya gue mulai Adventure-nya. iya, mulai dari Level 1-1.


cuma butuh waktu sekitar 30 menit buat gue sampe ke pertengahan game di level 4-3 sampe bokap gue memaksa gue nge-pause sebentar battle-nya. jadi, bokap yang bawa motor itu ke tempat pemaketan kendaraan, dan gue sekarang disuruh ngejemput dia pake motor yang ada. akhirnya, karena gue cuma nemu Skywave-nya Mas Sugi, ya gue pinjem aja kuncinya.


pas gue lagi di tengah jalan, gue baru mikir, kenapa harus gue yang jemput ya? kenapa enggak gue minta tolong ke Mas Sugi aja gitu? iya, telat.


akhirnya gue nemuin bokap di depan Pizza Hut di daerah sekitar rumah gue lah. begitu gue puter balik dan berhenti pas didepan bokap, dia tanya gue udah makan apa belom. berhubung dia berdiri di depan Pizza Hut dan jam juga nunjukin angka 11 disana, dan emang gue belom sarapan dan berpikir kalo ini bakal mutlak makan disitu, gue senyum doang ke arah dia.


"yaudah, nih di sebelah ada Rumah Makan Padang. makan situ aja yuk."


shit! bisa-bisanya gue lagi-lagi ketipu karena background bokap yang udah tempat makan yang lumayan nikmat buat manjain lambung jomblo ini. ini namanya penipuan, harusnya dia berdiri aja di depan Rumah Makan Padang-nya aja daritadi. akhirnya, gue resmi di-PHP-in secara mutlak. untuk kesekian kalinya. (malah curhat, eh?)


setelah makan, gue ngobrol ngalor ngidul sama bokap. tapi mayoritas tentang deskjet sih. gini nih obrolan langsungnya:


"kamu tau kan, Toko Gunung Agung masih ada lho sampe sekarang."


"iya, tau. kenapa emangnya?"


"tadi dad kesana, beli tinta buat deskjet. harganya lebih mahal coba."


"malah curhat. mahal gimana?"


"iya. tintamu di Gramedia aja harganya 88 ribu, tapi di situ nyampe 115 ribu coba. tinta yang seri dad ini malah lebih parah. di Gramedia cuma 700 ribuan, eh ini tadi sampe 825 ribu."


"nyari untungnya keterlaluan."


"tau tuh."


"kok tumben juga? biasanya cuma nge-refill tinta doang kan?"


"itu bikin deskjet-ku rusak aja. rusaknya konyol lagi."


"konyol?"


"iya, nda. masa pas nge-print aransemenan lagu, pas nomor ganjil itu kayak biasa, cepet banget. pas nomor genap, lamanya setengah mampus. terus pas pake tinta yang berwarna, cepet ngeprintnya. tapi setelah itu, bocor coba deh tintanya. pancen asu tenan itu tinta"


ngedenger logat surabayaannya keluar lagi kalo lagi kesel, gue malah jadi nahan ketawa. setelah bayar, bokap ngajak pulang. tapi berhubung entah kenapa gue lagi agak baik, gue masuk lagi ke tempat makan dan beli nasi bungkusan buat si Andi. ini kayaknya gue lagi sakit, atau dihipnotis nih. tapi gue enggak sadar.


sesampenya dirumah, gue lanjut aja mainan Plants VS Zombies lagi. dan Andi ternyata udah bangun dan lagi mandi. tapi ya masa bodo'lah. habis dia mandi, langsung nyosor aja nasi bungkus itu, tanpa tanya dulu itu punya siapa. kan kalo misalkan itu makanan jatah gue nih, terus dia main nyosor gitu, apa masih mau ditanya lagi kenapa gue sering berantem sama dia?


habis dia makan (yang jujur, makannya persis putri solo), sekitar 1 jam lamannya, akhirnya dia rapi-rapi bersiap buat futsal. bener-bener parasit ini orang. ngemanfaatin melulu deh. kapan ya dia punya klorofil sendiri dan berfotosintesis sendiri? (ini kiasan)


sementara gue? ya, masih mainan gamelah!


dan ternyata waktu berlalu cepat, sampe jam menunjukkan angka 7 disana. mana udah gelap lagi. berarti jam 7 malem kan ya? dan ternyata gue udah tamat aja mainan Plants VS Zombies. harusnya gue sengaja kalah-kalahin aja ya biar keliatan seru? telat lagi.


habis itu gue nyoba peruntungan dengan mulai nge-WhatsApp Levina lagi. nyoba nyari topik, dan ternyata, masih aja pendek. gini nih pendeknya:


"beratku naik lhoo, setelah 2 tahun cuma di 68 kg, sekarang udah 71 kg.

tapi malah jadi gembul ahahaha."

"Wkw

Itu tnda nyaa hidup mu bhgia nakk
Bersyukur donkkk"

"itu tandanya aku dianggurin dan no one trying to meet over me ehehehe"


udah. dan lagi-lagi gue cuma berharap kosong dapet balesan dari dia. jujur sih, udah sedikit capek. tapi untuk ini, gue udah buat komitmen sama Tuhan, jadi gue enggak bakal berbuat kesalahan lagi.


enggak punya kegiatan sekarang. dan bokap pergi tirakatan. entah apa itu artinya, tapi pasti berhubungan sama hari jadi negara ini deh.


jadi setelah itu, gue cuma ngetik-ngetik ini, terus sedikit berpartisipasi dalam pengetikan tweet khusus ber-hashtag-kan #68merdeka yang merupakan program dari PPSMB Palapa.


nah, jadi hari ini singkat.


eh, tunggu! gue lanjutin, karena ternyata hari ini belom kelar kejadiannya. Andi barusan aja pulang dari main futsal dan langsung bilang ke gue kalo HPnya hilang di tempat futsal. dia cerita ke gue kalo HP sama gelang dia tinggalin di pinggir lapangan.


ya jelas hilanglah! apa fungsinya tas coba? harus gitu gue kasih penjelasan atau presentasi tentang fungsi dari tas ke dia gitu? terus harus gue sedih gitu kalo HP-nya hilang? harus gue ngorbanin duit tabungan gue pribadi lagi buat beliin dia HP baru lagi?


ok, fine. itu singkatnya begitu.


intinya, gue jadi kesel malem-malem gini. marah besar sebenernya, tapi untuknya gue marah secara pintar. oke, goodbye!